Latest Post
Showing posts with label Travelling. Show all posts
Showing posts with label Travelling. Show all posts

Road to Pantai Kukup, Indrayanti dan Ngelambar Gunung Kidul, Jogja

Written By test on Friday, July 24, 2015 | 7:31 PM

Berangkat dari Susukan, Boja sekitar jam 06.30 Wib langsung menuju ke Jogja melalui jaur pintas semowono Bandungan - Bedono - Magelang. Sesampainya di Jl. Raya Magelang - Jogja kita mampir sejenak di rumah makan bebek goreng kremes favorit keluarga sejak dulu, tepatnya di kabupaten Muntilan setelah jembatan kembar sebelah kiri akan kita temukan rumah makan spesial ayam goreng dan bebek kremes Ny. Daryanti,  keluarga besar makan di sini mulai dari gubuk, duduk lesehan, disinggahi truk - truk, dengan kapasitas tempat terbatas sampai saat ini tempatnya sudah bagus dengan bangunan permanen dan tempat lesehan yang nyaman ditambah latar belakang persawahan. Beroperasi mulai jam 09.00 - 23.00 WIB, rumah makan ini selalu ramai dikunjungi pelanggan setianya. Saya sampai Jam 9 kurang 15 menit, tepat sesaat warung makan sedang persiapan untuk buka, setelah menunggu beberapa lama hidangan bebek kremes datang, tidak ada yg berubah dari rasanya, tetap nikmat dan luar biasa. Untuk lidah kita dengan kelas harga 20rban per porsi, ini sajian bebek ternikmat yg pernah ada ditemani dengan sambel ijo khasnya.
Kurang lebih 1 jam bersantap bebek kremes sembari bernolstalgia, sekitar jam 10 kami lanjut perjalanan menuju area Jogja dan lanjut ke Wonosari, Gunung Kidul, tempat di mana pantai-pantai tersembunyi di laut selatan Jogja berada. Sesampainya di per4an ring road jombor kta langsung ambil kiri, setelah di ring road ketemu per4an ke tiga (arah UNY) belok kanan, disini kita melintasi kota jogja sebentar, tetus saja sampai dengan mentok ketemu pertigaan kita ambil kiri arah Ambarukmo Plaza atau arah Klaten/Solo. ketemu per4an ring road kita ambil kanan arah wonosari, terus saja sekitar bbrp km kita akan temukan per4an pertama lalu ambil kiri arah wonosari ikuti saja terus jalan tersebut, sepanjang jalan banyak petunjuk menuju arah ke pantai (tidak perlu melewati jalan-jalan perlintasan ke pantai Indrayanti karena jalur utama cukup bagus, kecuali memang kita terburu-buru). Sepanjang perjalanan kita akan manaiki bukit lalu turun kembali dan disinilah garis pantai selatan mulai terlihat. perjalanan dr kota Jogja lumayan memakan waktu, kurang lbh 2jam untuk sampai ke pinyu masuk retribusi area pantai selatan Gunung Kidul. Setelah pintu retribusi ada persimpangan pertama menuju arah pantai, kekanan arah Pantai Baron dan ke kiri arah Kukup dan lain2, Bagi yang ingin melihat Baron terlebih dahulu mungkin bisa ambil kanan sejenak lalu baru menuju ke Kukup dan pantai-pantai indah lainnya.

Sampai di pantai Kukup sekitar jam1 siang, pantai ini cukup ramai dan aksesnyapun cukup mudah, sepanjang akses ke pantai ditemukan pasar - pasar menjual aksesoris, pakaian, dan makanan. hindari hewan ubur2 selama bermain di pantai selatan jogja, krn bisa membuat iritasi dan bengkak.
Setelah dari Kukup kami langsung memilih pantai berikutnya yaitu Pantai Indrayanti, butuh jarak 7km untuk sampai ke pantai ini dari Kukup. Indrayanti merupakan salah satu pantai yang cukup terkenal di area garis pantai selatan Gunung Kidul ini, panjangnya garis pantai dan infrastruktur pendukung yang sudah lumayan lengkap membuat pengunjung senang berkunjung di pantai ini.Pengunjung bisa menyantap seafood di pinggir pantai, garis pantainyapun panjang, sehingga menyenangkan untuk bermain-main.
Dari Pantai Indrayanti kami menuju pantai berikutnya yag menurut informasi juga pantai yang cukup indah, setelah istirahat dan sholat, kami langsung menuju ke pantai Ngelambor. Pantai Ngelambor searah dengan pantai Siung, Jarak Indrayanti - Ngelambor kurang lebih 14km, lumayan jauh dengan elevasi naik turun dan luasan jalan yang pas-pasan, untungnya kondisi jalan sudah halus. Ngelambor baru dibuka per April 2015, sesampainya di pantai ini hari sudah cukup sore, meunjukkan sekitar 16.30 WIB, kondisi parkiran masih ramai. Dari parkiran mobil menuju ke pantai kurang lebih 1km dengan kondisi jalan yang masih bebatuan, bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau dengan ojek motor. Sekedar saran, sebaiknya menggunakan ojek motor dengan biaya PP 10rb sudah lumayan menghemat waktu dan tenaga.
Di pantai ini terdapat fasilitas snorkeling, melihat terumbu karang dan hewan-hewan laut yang ada, dihiasi dengan tebing-tebing di sekitar pantai, khas sekali pantai selatan Jogja. Garis pantai di Ngelambor tidak panjang, lebih tepatnya seperti area yang tersembunyi, dan masih sangat alami, karena pantai ini baru saja ditemukan, sehingga fasilitasnyapun masih kurang memadai. Belum ada penerangan PLN di sini, masyarakat lokal masih mengandalkan aki motor/mobil dan lampu LED untuk penerangan malam. Semoga dalam waktu yang tidak lama lagi, akses jalan sudah bisa segera diaspal/beton dan listrik sudah masuk area ini, sehingga bisa meningkatkan sarana dan pra sarana yang ada di sekitar pantai ini, sehingga wisatawan bisa datang lebih banyak lagi.

Sampai dengan azan maghrib kita selesai menikmati keindahan pantai ini dan lanjut kembali ke Jogja dengan rute kembali sedikit ke arah Indrayanti ketemu persimpangan 3 antara kembali ke jalur pantai selatan atau langsung ke Jogja/Solo, kita ambil ke arah Jogja/Solo. Perjalanan dari sini cukup memakan waktu karena di sore hari merupakan jam-jam padat wisatawan kembali ke Jogja, sehingga macet sudah tidak terhindarkan lagi. Singkat cerita, kami butuh waktu 3 jam untuk sampai kembali ke kota Jogja. Sebelum cek in di hotel yang terletak di Jl. Sagan (belakang Galeria) kami mampir ke salah satu gudeg terkenal di Jogja, Gudeg Sagan. Lokasi yang megah membuat tempat makan ini mudah dikenali, saya makan di tempat ini mulai dari rumah biasa, lagi dibangun sampai dengan kondisi seperti sekarang ini.

Demikian perjalanan panjang untuk menemukan pantai-pantai tersembunyi Jogja yang sudah mulai kesohor itu dan yang terpenting adalah kita sudah menimatinya keindahan ciptaan-Nya.yhw

Road to Pantai Bandengan Jepara

Written By test on Tuesday, July 21, 2015 | 5:20 PM

Berangkat dari Boja Kendal sekitar Jam 07.00 dari rumah menuju pantai Bandengan dengan ukuran bus medium sponsor by Gumara Transport (mayan gratis), sekitar jam 08.30 sampai di pertigaan Demak-Kudus, dari sini perkiraan 2 jaman lg sudah sampai di pantai Bandengan, Jepara.

Bus masuk ke lokasi wisata dan parkir sekitar jam 11, lanjut sekeluarga cari spot buat bersantai. Setelah menemukan titik yang nyaman untuk gelar tikar dan meletakkan semua barang bawaan, kita bisa lanjut menikmati pantai Bandengan atau memilih beberapa rekreasi hiburan yg diinginkan, setelah bersantai sejenak pilihan rekreasi pertama yg dipilih adalah menyeberang ke pulau Panjang.
Tarif menyeberang ke pulau Panjang Rp. 15.000/orang dgn waktu tempuh sekitar 20 menit, pulau Panjang juga bisa diakses dari pantai kartini dgn tarif yg sama akan tetapi dengan waktu tempuh 2x lamanya dari waktu tempuh Pantai Bandengan. Sesampainya di pulau Panjang tdk banyak hiburan yg didapat kecuali keindahan pantai dengan pasir putih, ombak tenang dan laut yang hijau biru yg indah. Saat tiba di pualu ini air laut sedang pasang, sehingga banyak garis pantai yang tenggelam, tapi spot-spot pantai yang indah masih bisa kita temukan. puas berkeliling di pulau panjang kita kembali ke bandengan denga kapal perahu yang sama tapi sudah tidak perlu membayar, karena tarip Rp. 15.000 di atas sudah PP.
Kembali ke pantai Bandengan kita bisa kembali menikmati rekreasi lainya di sini mulai untuk anak-anak sampai dewasa. Untuk remaja dan dewasa saya memilih rekreasi banana boat, dengan biaya sebesar Rp. 50rb/orang maka rekreasi ini wajib dicoba, adrenalin lumayan di "rush" di permainan ini, pilihan tempat duduk juga menjadi penentu adrenalin kita, paling depan paling merasakan sensasi pada saat bana boat ditarik oleh speed boat, tapi paling depan dalam hal terkena percikan air laut yang cukup membuat mata pedih, sedangkan belakang paling aman tapi pada saat "dijatuhkan" paling merasakan sensasi terlemparnya, lama permainan yaitu 2x putaran dgn 2x jatuh.

Puas bermain dan membersihkan diri kita segera memutuskan untuk meninggalkan lokasi wisata pantai Bandengan dan kembali ke Semarang, Boja sekitar pukul 15.30 wib kita meluncur., sempat berhenti sholat di area Demak, lalu lanjut makan di tempat makan Mbok Berek sekitar jam 19.30 wib. Selesai makan kita lanjut kembali pulang ke rumah di Boja Kendal sekitar 1,5 jam dengan menggunakan bus, klo mobil pribadi bisa ditempuh dgn waktu maksimal 1 jam saja.

Demikian perjalanan ke Pantai Bandengan, cukup puas dengan spot foto yang didapat dan permainan banana boatnya, ke pantai kalau ga basah, bilas mandi dan ganti pakaian rasanya kurang afdol :).

Pembuatan Paspor di kantor Imigrasi Semarang

Written By Yudi Hewij on Monday, April 2, 2012 | 2:21 AM

Proses pembuatan paspor sebenarnya tidak terlalu sulit, hanya saja memang membutuhkan waktu khusus untuk mengurusnya, mengingat jumlah antrian setiap harinya selalu mencapai angka ratusan. Tapi kali ini memang saya pribadi bertekad untuk mengurus sendiri pembuatan paspor tanpa perantara atau bantuan siapapun (red. calo). Berbekal informasi dari teman mengenai dokumen persyaratan yang harus dibawa, maka sya sudah menyiapkannya terlebih dahulu sehingga menghemat banyak waktu (tidak harus bolak balik). Berikut saya ceritakan kronologi lengkap pembuatan Paspor :

Sebelumnya berikut dokumen persyaratan yang harus dilengkapi :
1. Akta kelahiran/Surat Nikah/Ijasah (copi dan asli)
2. Kartu Keluarga (copi dan asli)
3. KTP (copi dan asli)
4. Paspor lama (untuk yang perpanjangan paspor, copi dan asli)

Hari Pertama
Datang ke kantor imigrasi sekitar pukul 10.00 WIB, datang jam segitu yang menurutku sudah pagi ternyata antrean sudah cukup panjang, sekedar saran kalau memang ingin dapat antrian depan datang lebih pagi, bahkan beberapa saat sebelum kantor imigrasi dibuka. Berhubung baru pertama kali, begitu datang saya langsung ke meja customer service, di sini mba bagian pelayanan cukup baik dan ramah dalam menjelaskan kepada pembuat paspor yang memadati kantor layanan itu. Saya disuruh untuk membeli map di bagian fotocopy (semacam tempat fotocopi terpisah yang sering kita temui di samsat, saat itu posisinya terletak di ruangan sebelah) di map tersebut terdapat beberapa isian biodata. Oh ya jangan lupa sebelum melakukan aktifitas apapun begitu datang langsung ambil nomor antrian elektronik yang ada di bagian depan dari meja customer service, biasanya ada petugas yang membantu, akan tetapi kalau ternyata tidak ada petugas kita bisa ambil nomor sendiri dengan terlebih dahulu memilih proses mana yang sedang/akan kita jalani lalu menekanya di layar monitor, secara otomatis nomor antrian akan keluar. Kembali ke Map, setelah diisi biodata di bagian depan map, begitu juga dengan copian lampiran dokumen di dalamnya, lalu map yang berwana kuning itu kita tumpuk di loket 2 atau 3 (sesuai update terkini). setelah ditumpuk kita tinggal menunggu giliran sesuai nomor yang tertera di karcis antrian untuk verifikasi data. setelah tiba nomor antrian kita akan dipanggil dan ditanyakan beberapa hal mengenai data pribadi, lalu kita menunjukan dokumen aslinya, setelah itu disertai tanda terima untuk melanjutkan pembayaran beberapa hari (3-4 hari) kemudian dan nomor urut yang kita pegang tadi masih berlaku untuk proses pembayaran.

Hari Kedua (selang 3-4 hari dari hari pertama)
Di hari kedua ini saya langsung menuju ke kantor layanan dan melihat di papan elektronik nomor antrian untuk pembayaran (loket 4), ternyata untuk pembayaran berlangsung cepat, dari sana saya kena biaya resmi sebesar Rp. 255.000,-. Setelah membayar kita langsung antre untuk menunggu panggilan foto dan wawancara. Antrean foto dan wawancara cukup lama, setelah hari menjelang sore barulah akhirnya dipanggil untuk melakukan foto dan wawancara Di sinilah faktor kelelahan memuncak di saat petugas foto dari pegawai imigrasi (nama di tag Adi) salah meletakkan tumpukan dokumen saya di bagian wawancara, sehingga pewawancara tidak mendapat dokumen saya. Pantas saja saya yang sudah menumpuk berkas dari pagi tidak kunjung dipanggil sedangkan yang baru datang setelah saya sudah pada dipanggil, bahkan saat datang rombongan antrean yang baru selesai fotopun dan sampai mereka selesai wawancara satu persatu nama saya juga belum dipanggil. Tadinya saya hanya ingin jadi warga negara yang baik, membuat sesuai prosedur (tidak pakai calo dan menyuap) dan juga tertib antrean, akan tetapi dikarenakan kesabaran saya mulai tipis akhirnya saya menanyakan kembali ke pegawai foto,"Pak,  dokumen saya tadi sudah ditumpuk apa belum ko dari tadi saya tidak dipanggil-panggil untuk wawancara?", lalu sang pegawai yang berperawakan tambun ini menjawab dengan sekedarnya, "tunggu saja dulu Pak, dokumen sudah ditumpuk". Saya paling anti dibilang tidak tertib atau tidak sabar antre, maka dari itu saya coba untuk menunggu beberapa saat lalu langsung menanyakan ke pewawancara mengenai keberadaan dokumen saya. Ternyata benar dugaan saya, ditumpukan dokumen petugas wawancara tidak ada dokumen saya. Dengan muka sedikit kesal akibat kecapekan dan waktu yang sudah cukup banyak dihabiskan, lalu saya menyakan kembali ke petugas foto, "tolong dicek dokumen saya dimana? kata petugas wawancara di dalam tidak ada!", lalu petugas itu tanpa menjawab memeriksa biodata saya lalu berdiri dan berjalan menuju ke bagian wawancara, sembari berujar "harusnya sudah ada di sini (red. ruang wawancara). setelah petugas ini masuk ke dalam, luar biasa terkejutnya, ternyata dokumen tidak ditumpuk di tempat semestinya dan dokumen saya sendiri tanpa ada teman dokumen lainnya. Sembari geleng-geleng kepala hanya bisa mengucap "Astaghfirullahhaladzim...", petugas wawancara langsung mengambil dokumen saya dan langsung dipanggil. sekita 10-15 menit sesi wawancara + tanda tangan dokumen berakhir, lalu kembali ke loket 2 atau 3 tadi untuk menanyakan kapan dokumen kita kira-kira akan selesai. Setelah mendapat jawaban dari petugas yang sedang bertugas di loket tersebut, saya akhirnya bisa pulang dengan sedikit lega, walaupun diselingi kejadian yang tidak begitu mengenakan, tapi secara kesuluruhan lega, karena pembuatan dokumen paspor ini masih sangat bisa untuk dilakukan secara normal dan sesuai prosedur tanpa perantara calo, uang akselerasi dan sebagainya.
Hari Ketiga (kira-kira seminggu setelah wawancara)
Dengan bermodalkan kwitansi atau tanda terima (kira-kira berukuran separuhnya kertas A4, kita langsung menuju ke loket 1 untuk menanyakan keberadaan dokumen kita apakah sudah selesai atau belum, perlu dicatat waktu seminggu adalah waktu yang cukup aman buat kita untuk tidak kembali dengan tangan kosong akibat dokumen belum selesai (7 hari). Di loket 1 ini menurut pengalaman pengurusan beberapa hari belakangan ini, sering terlihat 1 pegawai (wanita) dan 1 pegawai freelance yang terlihat dari seragamnya sepertinya anak SMK yang sedang kerja praktek atau magang. Pada hari pengambilan dokumen itu, mulai saya datang sampai saya akhirnya pulang, sang PNSnya tidak terlihat, hanya terlihat siswi SMK saja yang terlihat setengah ngos-ngosan bolak balik loket - kantor untuk pengecekan dokumen apakah sudah selesai atau belum dari beberapa orang yang ingin mengambil paspornya. Sempat saya tanyakan, "Mba, PNSnya mana?" lalu dia menjawab "Ga tau Pak, dari tadi gak ada, padahal khan harusnya yang gini-gini urusan dia, klo dokumenya ternyata missed seperti ini khan saya juga ga tau (sembari menunjukan form pengambilan dok dari salah satu orang yang kebetulan keberadaa dokumennya tidak diketahui)". "Sudahlah Mba sabar aja coba di cek yang ada dulu, yang belum jelas keberadaanya di skip dulu aja, kasian gara-gara 1 yang lain harus nunggu lama", saran saya kepada siswa magang tersebut. Sepertinya saran saya cukup didengar, petugas tersebut bergegas untuk mencoba mencari lagi dokumen paspor yang lain dari tumpukan formulir pengambilan yang sudah dipegang di tanganya satu persatu dan Alhamdulilah untuk waktu yang tidak beberapa lama, akhirnya dokumen paspor saya sudah di tangan. fiuuuhh akhirnya..., KL dan SIngapore, I'm comiiinggg......!!.
Berikut kesimpulan proses dari pengurusan pembuatan paspopr baru di kantor imigrasi Semarang :
  1. Datanglah ke Customer Service terlebih dahulu untuk menanyakan sekilas mengenai proses pembuatan paspor, hal ini untuk mengantisipasi sekiranya ada update terbaru dalam proses pembuatan paspor, abaikan jika tidak ada petugasnya.
  2. Ambil nomor antrian (lokasi di depan meja customer service)
  3. Ambil/beli map dan formulir di tempat koperasi fotocopi yang terletak di ruangan belakang customer service
  4. Tumpuk Dokumen di Loket 2 atau 3, tunggu panggilan untuk verifikasi data pribadi dan pengecekan
  5. Kembali lagi setelah beberapa hari (3-4 hari) untuk membayar di loket 4, setelah membayar langsung masuk ke ruang foto dan sidik jari
  6. Setelah selesai foto dan sidik jari, dokumen kita akan ditumpuk petugas ke dalam ruangan wawancara untuk antri menunggu panggilan.
  7. Setelah wawancara dan menandatangani form yang diberi petugas maka kita tinggal menunggu sampai paspor kita jadi (estimasi aman sekitar 5 hari kerja)
  8. Setelah kurang lebih seminggu ambil paspor dengan menunjukan bukti form bayar ke petugas yang ada di loket 1.
  9. Selesai
So, buat kamu yang kepengen menjalani proses pembuatan paspor ini dengan benar dan tentu saja punya keluangan waktu serta dana yang terbatas, maka memproses sendiri pengajuan pembuatan paspor merupakan solusi yang baik, selain itu kita juga bisa turun andil dalam mengurangi praktek-praktek percaloan yang dilakukan oleh orang luar bekerja sama dengan oknum pegawai imigrasi setempat. Semakin luang waktu kita dalam membuat paspor maka semakin minimal dana yang dikeluarkan, semakin sedikit waktu yang tersedia maka semakin mahal, umumnya karena sudah terdesak kita jadi terpaksa menggunakan jasa calo dengan harga yang fantastis. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba...!.

Mubes Accenter di Taman Wisata Linggarjati - Kuningan

Written By Yudi Hewij on Tuesday, December 13, 2011 | 10:47 PM

Sabtu dini hari, sekita pukul 01.30 WIB Om Tony datang ke rumah dengan yuyemnya (New Accent 2006-Limited Series), berbincang sebentar sekedar melepas lelah Om Tony yang datang dari Salatiga, aku yang memang sudah mempersiapkan segalanya tidak butuh waktu lama untuk langsung meluncur ke rumah Om Wawan.

Sampai di rumah Om Wawan sekitar pukul 02.15 WIB, menunggu sebentar kita lalu langsung bergegas berangkat ke Kuningan. Saya duduk dibelakang, kesempatan pertama perjalanan ke Kuningan didriveri oleh Om Tony, Om Wawan di posisi co-pilot sedangkan saya dibelakangnya. di tengah dinginya kondisi udara di pukul 02.30 pagi, kami berangkat ke kuningan. Singkat cerita, pukul 05.30 WIB kami sudah tiba di Tegal, mampir sebentar di warung kepunyaan orang tua Om Tony dan sarapan masakan yang khas dari warung makan ini "Gudeg Presto", rasanya luar biasa nikmat. ingin rasanya mengulangi, tapi ga enak kalau nambah masalahnya gratisan..hehe.
Kurang lebih 1 jam di tempat makan, kami langsung tancap gas menuju Kuningan kali ini didriveri oleh Om Wawan. Tanpa terasa sekitar pukul 09.00 WIB kami tiba di Resort Prima Sangkanhurip Linggar Jati, Kuningan. Kami sempat bertemu dengan beberapa teman accenter yang kebetulan sedang bersantai di area resort, ada Om Herlambang+istri dan Om Andy Lala, setelah ngobrol singkat sebentar lalu kami menuu ke kamar untuk sekedar beristirahat dan mandi. 
Jam 11.30 waktu Kuningan, beberapa teman-teman dari Accenter pusat tampaknya sudah mulai bersiap, memang acaranya hari ini adalah jalan-jalan ke Cirebon buat wisata Kuliner, belanja Batik dan oleh-oleh khas kota Cirebon. Jam 12.30 WIB semua mobil sudah berbaris rapi, ada sekitar 16 mobil yang sudah siap jalan untuk kembali touring konvoi menuju kota Cirebon.
Tepat pukul 12.00 WIB rombongan berangkat, dengan menyalakan lampu kota/foglamp kami berangkat menuju Cirebon, di perjalanan sempat menjumpai beberapa pasar yang ramai dan menjajakan makanan khas Kuningan yaitu Tape Ketan Kuningan. Sampai di Cirebon kami langsung menuju ke rumah makan Nasi Jamblang khas Cirebon, yang terdiri dari Nasi dan beberapa lauk pauknya ada sayur kentang, telur, daging, dsb. 
Setelah makan sembari berfoto-foto ria, selanjutnya sebagian rombongan melanjutkan menikmati nasi empal dan serabi khas Cirebon. Sekitar pukul 14.00 wib, perjalanan dilanjutkan ke Mesjid di pusat kota Cirebon (lupa nama mesjidnya) untuk menjalankan sholat Dzuhur bagi teman-teman yang muslim, tidak lupa sembari menunggu lainya selesai sholat kita bernasis ria di sini.

Selepas dari mesjid kami menuju ke pasar Pagi dimana disana terletak berbagai macam makanan khas Cirebon, tapi sangat disayangkan sesampainya kami di area pasar pagi tersebut hanya sebagian dari teman-teman yang bisa masuk dan berbelanja sebagian lagi tidak bisa karena keterbatasan lahan parkir di area tersebut.
Perjalanan kami lanjutkan kembali ke tempat terakhir sebelum beristirahat ke Hotel lagi yaitu ke Pusat Batik di Cirebon. menurut penduduk lokal, batik cirebon berbeda dengan batik-batik yang ada di tanah jawa lainnya, mereka memiliki corak tersendiri, kata salah seorang pedagang makanan ringan di area sekitar sana. Walaupun secara kasat mata, bagi orang awam agak sulit membedakan corak batik khas Cirebon ini, karena sekilas semuanya tampak sama dengan batik lainnya.

Singkat cerita jam 17.30 WIB kami sudah tiba kembali di Prima resort untuk sekedar mandi sore dan beristirahat untuk melanjutkan acara pada malam harinya di salah satu ruangan pertemuan di resort tersebut dengan agenda pemilihan Ketua Umum Accenter periode 2011-2013. Setelah dibuka dan diselingi dengan beberapa susunan acara akhirnya Om Ady lala mengumumkan ketua umum Accenter regional Pusat untuk periode 20011-2013 berdasarkan hasil pooling jatuh kepada Om Hendro yang kebetulan sekali malam itu berhalangan hadir di detik-detik terakhir keberangkatan karena urusan pekerjaan yang mendesak. Setelah diselingi pembagian door prize akhirnya acara di tutup dan dilanjutkan ke acara bebas, ada yang memilih beristirahat, ada yang ngobrol, ada pula rombongan yang "melancong" keluar entah kemana rimbanya :).



Keesokan paginya semua accenter sudah bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan kembali ke Jakarta, hanya ada 2 acara lagi di pagi itu, yaitu belanja oleh-oleh dan photo session. Dengan background gunung ...... aksi photo session sangat indah, belasan mobil accenter berbaris with or without penungganya. Setelah itu kami konvoi untuk kembali ke daerah masing-masing. Aku, Tony dan Wawan pamit dengan teman-teman untuk kembali ke Semarang. Aku mengambil giliran pertama untuk menunggai yuyem dalam perjalanan ke Semarang. Kami pulang kembali ke kota masing-masing dengan penuh kegembiraan dan penuh canda, rasa kangen touring dan ketemu keluarga accenter terobati sudah, sekaligus kami juga sudah selesai melaksanakan Musyawarah Besar Accenter 2011. sampai ketemu 2 tahun ke depan, bravo Accent-er Indonesia..!!!









 
Support : Creating Website | Johny Template | Hewijizian Corp
Copyright © 2014. Yudi Hewij Story - All Rights Reserved
Template Created by Mas Template Published by Hewijizian Corp
Proudly powered by Blogger